Pakai 6 Jenis Alat Kontrasepsi Sebagai Cara Mencegah Kehamilan

Alat Kontrasepsi Sebagai Cara Mencegah KehamilanSalah satu cara mencegah kehamilan yang banyak dipilih oleh pasangan suami istri adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Dibandingkan dengan cara alami, alat kontrasepsi dianggap lebih ampuh untuk menghindari kebablasan saat berhubungan suami istri. Selain harganya yang terjangkau, alat kontrasepsi juga tersedia dalam ragam pilihan, seperti 6 di antaranya berikut ini.

  1. Pil Pencegah Kehamilan (Pil KB)

Pil KB merupakan alat pencegah kehamilan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Ada dua jenis pil KB, yaitu pil yang mengandung hormon estrogen dan progesteron, dan pil yang mengandung progesteron saja. Pil KB bekerja dengan cara menebalkan lendir di dalam leher rahim, sehingga sel sperma sulit masuk untuk membuahi sel telur.

  1. Kondom

Alat kontrasepsi yang satu ini bekerja dengan cara menghambat masuknya air mani ke dalam organ intim wanita. Kondom tak mengandung hormon, sehingga tak akan mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Kebanyakan kondom terbuat dari bahan lateks, sehingga sifatnya elastis.  Tak hanya dibuat untuk pria, ternyata kondom juga ada yang khusus untuk wanita.

  1. KB Spiral

KB spiral atau juga dikenal sebagai IUD (Intra Uterine Device) merupakan alat kontrasepsi berbentuk huruf T, yang dimasukkan ke dalam rahim wanita. KB spiral ada dua jenis, yaitu kabel spiral tembaga dan KB spiral hormon. KB spiral tembaga bisa mencegah kehamilan hingga sekitar 10 tahun, sedangkan KB spiral hormon progesteron mencegah kehamilan hingga sekitar 5 tahun.

  1. KB Implan

Cara mencegah kehamilan dengan KB implan, mengakibatkan meningkatnya hormon progesteron dalam tubuh. Saat hormon progesteron meningkat, maka lendir di leher rahim akan mengalami penebalan dan menghalangi masuknya sel sperma. Alat kontrasepsi ini juga menghentikan produksi sel telur. KB implan akan dimasukkan ke dalam lengan bagian atas wanita.

  1. Suntik KB

Suntik KB bisa Anda pilih, jika tak ingin mencegah kehamilan dengan memasukkan alat asing ke tubuh Anda. Cairan yang disuntikkan mengandung hormon progesteron sintetis dan akan disuntikkan pada bagian pinggul atau lengan atas wanita. Efek pencegahan kehamilan dari suntik KB akan bertahan sekitar 3 bulan, sehingga dalam setahun diperlukan setidaknya 3 kali suntik KB.

  1. Pil KB Darurat

Jika Anda tak ingin mengonsumsi pil KB secara terus menerus, Anda bisa memilih penggunaan pil KB darurat. Pil KB darurat atau morning after pill ini mengandung dosis hormon progesteron yang lebih tinggi. Pengonsumsiannya harus segera dilakukan, paling lama 72 jam setelah melakukan hubungan intim. Waktu ini diambil berdasarkan waktu rata-rata terjadinya pembuahan.

Itulah 6 jenis alat kontrasepsi yang bisa digunakan sebagai cara mencegah kehamilan. Jika bingung memilih, Anda bisa berkonsultasi dulu dengan dokter di orami.co.id terkait dengan alat kontrasepsi yang cocok untuk Anda. Dengan menceritakan bagaimana riwayat kesehatan Anda, maka akan bisa ditentukan alat kontrasepsi yang cocok dan tak berbahaya bagi kesehatan Anda.